Hari ini diskusi pertama bersama Kak Fifi dan Kak Ovi. Sebelumnya, anak-anak belajar bersama kak Eno dan Kak Valen. Karena pertama kali, tentu saja pertemuan diawali dengan perkenalan terlebih dahulu. Seperti biasa, setelah berkenalan satu dengan yang lain, Kak Fifi memberikan beberapa pertanyaan untuk mengulas materi pertemuan sebelumnya. DIlanjutkan dengan menyepakati kontrak belajar yang baru bersama kak fifi dan kak Ovi. Tentu saja, kontrak belajar adalah hasil dari kesepakatan bersama. Seperti jadwal belajar, waktu pertemuan, dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. yang paling utama, tentu saja, anak-anak belajar kontrol diri menggunakan gadget selama diskusi. Kecuali ada yang penting. Tidak mengganggu teman dan boleh sambil makan dan minum santai.

Pertemuan kali ini, adalah menonton film “mari kita bicara : pubertas”. Anak-anak tampak antusias. Walau hanya beberapa orang dan dengan fasilitas yang tidak begitu mewah. Tapi anak-anak tetap menonton dengan serius. Sesekali mereka tertawa. Setelah menonton, Kak Ovi memancing pertanyaan. mengundang anak-anak untuk berdiskusi, “siapa yang sudah mengalami menstruasi?”, ternyata ada dua orang anak yang belum menstruasi. Salah satu anak bertanya, “Kak, apakah boleh darah menstruasi itu dilihat oleh anak laki-laki? Kemaren aku mengalami kebocoran, darah menstruasiku netes ke lantai kelas, padahal aku sudah menggunakan pembalut. Supaya tidak dilihat anak laki-laki, aku usir mereka untuk keluar kelas”.

Menstruasi tentu dialami hampir seluruh perempuan. Biasanya, anak perempuan mengalami pertama kali di rentang usia 12-15 tahun. Walau mungkin saja ada yang kurang atau lebih dari itu. Pertanyaan sederhana itu begitu penting untuk anak perempuan yang baru mengalami menstruasi. Agar anak perempuan mulai mengenali tubuhnya dan organ reproduksinya.

kak fifi menjelaskan bahwa darah menstruasi itu memang kotor, tapi peristiwa menstruasi bukanlah hal yang kotor.Sehingga tidak perlu takut ataupun jijik melihatnya. Tentu saja banyak dari kita merasa malu ketika mengalai menstruasi, apalagi saat terjadi kebocoran, terutama di sekolah. Sehingga kita harus menyiapkan diri dengan mengenali waktu menstruasi kita. Membawa persediaan pembalut, dan rajin membersihkan area vagina dan selangkangan kita. Rasa malu adalah hal yang wajar, namun tentu tidak boleh merasa bersalah atas hal tersebut.

Jika kita sudah mengetahui tanggal menstruasi, menyiapkan diri, menyiapkan pembalut dan rajin mebersihkan area selangkangan kita, tentu kebocoran akan semakin berkurang. Jika itupun terjadi, minta tolonglah pada teman perempuan agar membantumu menyampaikan hal tersebut kepada teman laki-laki. Agar teman laki-laki juga mengerti, bahwa kondisimu tidak begitu baik.

“Maka tidak perlu takut dan cemas, jagalah kesehatan tubuhmu dan bawalah selalu persedian pembalut di dalam tas ya”