Seperti biasa, pertemuan diawali dengan evaluasi materi sebelumnya. Kak Fifi menanyakan “Apa saja yang telah dipelajari teman-teman bersama kakak dari yayasan PUPA?”. Anak-anak menjawab 4 bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain yaitu mulut, dada/payudara, pantat dan alat kelamin (vagina dan penis). Lalu Kak Fifi mengajak anak-anak menyanyikan lagu  “sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh” ciptaaan Sri Seskya Situmorang

Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang

Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Hanya diriku hanya diriku
Yang boleh menyentuh

Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang

Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Katakan tidak boleh
Lebih baik menghindar
Bilang ayah ibu

Lewat lagu, anak-anak diajarkan untuk mengetahui bagian badannya yang boleh disentuh oleh orang lain dan bagian yang tidak boleh disentuh. Sehingga anak-anak dapat menghindar apabila ada seseorang yang berusaha melakukan pelecehan seksual.

Lalu fasilitator meminta peserta menyebut 4 jenis kekerasan beserta contohnya. Satu per satu anak menjawab:

1) Kekerasan fisik: menendang, memukul, mencubit dll.

2) Kekerasan psikis: mengejek, menyebut nama orang tua.

3) Kekerasan seksual: pemerkosaan, mencolek pantat.

4) Pengabaian: kurang perhatian orang tua.

Setelah bernyanyi bersama, anak-anak diajak menonton video “Hentikan Kekerasan di Sekolah” dilanjutkan dengan diskusi. “Apa dampak bagi pelaku bullying?”, tanya Kak Fifi. Anak-anak menjawab : dikeluarkan dari sekolah bahkan bisa masuk penjara. “Lalu apa dampak bagi korban bullying?” tanya Kak Fifi lagi. Jawab anak-anak, “malu, takut sekolah, bahkan bisa bunuh diri”.

Diakhir pertemuan, Kak Fifi mengingatkan anak-anak untuk tidak melakukan bullying lagi kepada temannya. Apabila masih terjadi, segera laporkan kepada guru atau wali kelas. Karena jika Tuhan masih memberi kesempatan hidup, mereka akan selalu bersama-sama selama di Sekolah. Semua anak mulai mengucapkan janji bahwa akan saling menyayangi teman-temannya.